Matahari sedang beranjak pulang ke peraduannya. Burung-burung beriringan mengikuti. Ada aktifitas tak berhenti di Unsoed. Ya, di dalam bangunan kantor yang mulai hening. Ada satu. dua, atau beberapa orang yang baru memulai tugasnya. Mengunci pintu, memastikan semua dalam kondisi aman dan terkendali. Mereka, membuat semua orang merasa aman. Pak Satpam, terimakasih.
Setiap kali waktu menunjukkan rasa lapar, atau resah karena perut berderit memanggil. Maka di antara lorong kantor yang hening, ada jejak kaki melangkah menawarkan pertolongan. Lebih dua puluh lima kilo makanan di 'sunggi' di atas kepalanya. Aku memanggilnya 'yu ne'. Sejenak ia akan berhenti di depan pintu ruangan, menurunkan bebannya, dan dengan cekatan mengambil plastik untuk bungkus makanan yang kubeli. Sesekali bercerita tentang kehidupannya yang keras, atau suaminya yang tak bekerja. Lebih dari itu, kaki yang terlalu sering tak beralas itu memang tampak sudah mengalami asam garam kehidupan. Aku sering bertanya tentang perkembangan anak kecil, atau sekedar bertanya ramuan tradisional untuk bayi yang sedang sakit. Ia menjawab dengan semangat dan gembira. Seiap dia datang, setiap dia pergi, aku seperti diingatkan untuk bersyukur, atas hidupku, dan tentu saja seperti diingatkan untuk mendoakannya, dalam langkah yang tentu akan tergerus zaman. Yu ne, semoga '...
Komentar